Kamis, 27 Juli 2017

Gu Fang Bu Zi Shang -- 3.64

-- Volume 3 chapter 64 --


Chu Beijie menghabiskan beberapa hari di jalan sambil menyembunyikan jejaknya. Ia secara rutin mengirim mata-mata khusus, mengumpulkan segala informasi dari beberapa tempat penting.

 

Dan akhirnya merekan menemukan sebuah tempat tersembunyi untuk mendirikan perkemahan. Setelah itu mereka semua berkumpul di dalam tenda sederhana, melanjutkan pembahasan masalah-masalah mereka.

 

“Rencana Nona Bai sangat hebat.” Ruohan melaporkan dengan senyum, “Aku mengikuti petunjuk anda, mencari beberapa orang yang memiliki sosok menyerupai Panglima Zhen Beiwang, sehingga pada saat Panglima Zhen Beiwang muncul di hutan, mereka juga menampakan diri di hadapan pasukan Yun Chan. Aku juga sudah memastikan kalau mereka menyebut diri mereka sebagai Panglima Zhen Beiwang agar pasukan Yun Chang menjadi panik.”

 

Lushang mengangguk dengan semangat. “Rencana ini bisa dikatakan membunuh dua burung dengan sebuah batu. Prajurti Yun Chang yang biasa akan ketakutan dan menyebarkan kabar ini kemana-mana. Bagaimanapun, sangat mustahil bagi satu orang untuk bisa muncul di beberapa tempat. Para prajurit tingkat tinggi dan Jendral akan berpikir kalau ini adalah rencana musuh. Bahkan jika hal ini sampai ke telinga He Xia, ia akan berpikir kalau ini hanya tipuan. Selama He Xia tidak mengirim pasukan untuk secepatnya menghancurkan kita, kita masih ada kesempatan untuk mengumpulkan prajurit dan melatihnya.”

 

“Si pencuri kecil He Xia itu akan segera jatuh.” Sen Rong tertawa lebar, “Mata-mata kita melaporkan He Xia telah menerima laporan penting dari beberapa tempat. Tapi ia bukannya menyiapkan pasukan untuk menyerang Dong Lin melainkan segera berangkat menuju Gui Li. Ini menunjukan bahwa He Xia tidak percaya kalau Panglima Zhen Beiwang benar-benar berada di Dong Lin. Hahahaha, semua ini, berkat kemampuan Nona Bai dalam menyusun serangan pertama.”

 

Pingting duduk di sebelah Chu Beijie. Meskipun setiap orang sedang memujinya, ekspresinya tidak berubah sama sekali. Ia malah menghela napas pelan, “Pingting justru merasa resah. Kalau He Xia sendiri yang bergegas menuju Gui Li, ini berarti rencana Pingting mengacaukan musuh telah gagal.”

 

“Apa?” senyum di wajah mereka segera membeku.

 

Chu Beijie menggenggam tangan Pingting di bawah meja. Ia berbalik menoleh padanya, dan perlahan tertawa kecil. “Di hari He Xia mencapai Gui Li, dihari itulah pasukan Gui Li akan hancur. Dan untuk kita, artinya kita tidak akan mendapatkan pasukan bantuan dari Gui Li. Sebuah mimpi yang hilang.”

 

Pasukan Yun Chang semakin besar setiap harinya. Dan sebaliknya, pasukan Bei Mo dan Dong Lin benar-benar habis. Kalau pasukan Gui Li sampai hancur juga, dimana lagi mereka akan mendapatkan pasukan yang kuat untuk melawan kekuatan He Xia?

 

Mereka tidak mungkin menghadapi puluhan ribu prajurit Yun Chang dengan keadaan mereka saat ini yang berjumlah sekitar lima belas ribu.

 

Para Jendral yang baru saja bergembira merayakan keberhasilan mereka, berubah ekspresi menjadi gelap.

 

Jika He Xia sudah menghancurkan pasukan Gui Li, maka tak ada lagi yang perlu di khawatirkan oleh He Xia. Dengan kekuatan Yun Chang saat ini, seluruh pasukan pemberontak akan berada dalam genggamannya. Ia akan mempermainkan mereka seperti kucing mempermainkan tikus.

 

Chu Beijie melihat kepercayaan diri mereka jatuh. Ia tersenyum, menyemangati Pingting, “Tetap saja rencana Nona Bai sangat pintar, mungkin Nona Bai sudah memikirkan sebuah rencana lain untuk menghadapi situasi saat ini?”

 

Pingting menatap balik pada Chu Beijie dengan lembut. Ia menjawab dengan tulus, “Mengapa bertanya padaku? Justru Tuan, terlihat sangat percaya diri, sepertinya sudah memiliki rencana pasti untuk menghadapi masalah ini.”

 

Chu Beijie tertawa keras. “Nona Bai mengujiku.” Chu Bejie menggenggam tangan Pingting lebih erat lagi di bawah meja.

 

Kondisi tubuh Ratu Dong Lin mulai membaik sedikit. Ia juga berada disana meskipun harus berbaring di atas kasur kecil. Dan ia tiba-tiba berkata menyela mereka, “Aku sudah menyaksikan Zhen Beiwang tumbuh, aku sangat yakin dengan kemampuannya memimpin pasukan. Ia akan selalu tenang tak peduli seberapa genting situasinya. Tapi saat ini aku ingin melihat kemampuan Nona Bai.”

 

Ia adalah kakak ipar Chu Beijie. Ketika ia bicara, kata-katanya tak pernah ringan. Pingting tahu ia sedang di uji tapi ia tidak keberatan. Ia tersenyum, menatap setiap wajah yang berada disana, dan akhirnya mulai bicara, “Yun Chang memiliki jumlah prajurit yang luar biasa, sedangkan kita sangat sedikit sekali, hal ini sangat menguntungkan pihak He Xia. Tapi, hal yang membuatnya di atas angin ini, kita akan merubahnya menjadi hal yang menyebabkan kehancurannya.”

 

Moran mengerutu, “Tentu saja mengubah keberuntungan menjadi malapetaka adalah rencana paling pas, tapi bagaimana melakukannya?”

 

Sen Rong yang paling terus terang. “Itu mustahil.”

 

“Mengapa mustahil?” Pingting balik bertanya. Meskipun suaranya pelan, tapi terdengar sangat yakin. Setiap katanya terdengar jelas ketika ia menjelaskan, “Alasan pasukan Yun Chang menjadi sangat besar adalah karena mereka merekrut prajurit yang tertangkap dan tahanan perang. Jendral Sen Rong, apa kau tahu berapa jumlah prajurit Yun Chang yang dilatih sendiri oleh He Xia?”

 

Luoshang menjawab pertanyaan Pingting sebelum Sen Rong sempat berucap, “Saat ini, pasukan Yun Chang terbagi dua pihak. Satu terbentuk dari para tahanan perang dari negara yang telah dikalahkan. Dan satu lagi pasukan resmi negara Yun Chang. Tentu saja para tahanan perang bergabung dengan setengah hati, jadi kesetiaan mereka sangat tipis. Sedangkan pasukan resmi Yun Chang, mereka benar-benar bagian dari orang-orang He Xia. kalau terjadi kekacauan di dalam pasukan mereka, He Xia pasti sulit mengatasinya.”

 

“Itulah sebabnya mengapa He Xia membayar mereka dengan tinggi. Ia membuat para penduduk membenci pasukannya, karena ia harus menaklukan empat negara dalam waktu singkat dengan cara apapun. Ia harus segera mencapai tujuannya selama masih bisa mengendalikan pasukannya itu. Ia tidak bisa menenangkan kegelisahan pasukan yang sangat besar itu selamanya.” Chu Beijie menambahkan.

 

“Lagipula, statusnya hanyalah seorang Suami Ratu yang memegang kendali militer. Diatasnya adalah Tuan Putri yang telah meninggal yang selalu merupakan simbol kerajaan Yun Chang. Dibawahnya adalah pada Jendral dan Pejabat yang telah menyatakan setia padanya. Diluar itu, isinya adalah para prajurit Dong Lin dan Bei Mo yang sangat marah karena dipaksa menyerah. Pasukan Yun Chang yang terlihat hebat itu dibangun tanpa akar yang kuat.”

 

He Xia sangat waspada dengan hal ini.

 

“He Xia tak pernah menjadi orang jahat, tapi….” Pingting tanpa disadarinya, sedikit memperlihatkan ekspresi sedih. Tapi ia segera berkata dengan lebih bersemangat, “Yang harus kita lakukan sekarang adalah membuat kekacauan besar di dalam pasukan Yun Chang.”

 

Dan setelah tujuan ditetapkan, para Jendral yang putusasa menjadi bersemangat kembali.

 

“Hebat.” Sen Rong mulai tertawa dan bertepuk tangan. “Daripada bersusah payah membesarkan pasukan kita, lebih baik segera menghancurkan pasukan mereka.”

 

Moran juga menjadi lebih tenang. Ia berkata, “Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. He Xia Jendral hebat yang memiliki caranya sendiri dalam melatih pasukannya. Pasukan Yun Chang tidak akan semudah itu jatuh dalam kekacauan.”

 

“Moran benar, untuk membuat kerusuhan di dalam kita harus melakukannya dari berbagai sisi. Sebenarnya, seseorang telah melakukannya pertama kali untuk kita.” Chu Beijie menatap Moran, “Moran seharusnya bisa menebak siapa yang kumaksud.”

 

Mendengar pertanyaan langsung dari Chu Beijie, Moran berpikir sejenak. Matanya tiba-tiba bersinar. Ia menegakkan kepalanya, “Tentu saja, Panglima Ze Yin. Ia dengan terbuka menantang He Xia di depan  pasukan Yun Chang, hanya dengan seekor kuda, ia seorang diri. Meskipun gagal, ia berhasil melukai bahu He Xia. Hal ini secara rahasia telah menyebar keseluruh negri, He Xia bisa terluka. Tentu saja hal ini akan meninggalkan luka di hati para prajurit yang memujanya seperti dewa, begitu juga dengan He Xia sendiri.”

 

Seperti yang diharapkan, jawaban Moran sangat tepat. Chu Beijie menampilkan senyum pada bawahannya yang sangat setia itu. Ia mengangguk dan menghela napas, “Meskipun Ze Yin adalah salah satu lawanku, aku sangat kagum pada keberaniannya yang luar biasa itu.”

 

“Seorang pahlawan.” Luoshang setuju.

 

Ruohan dan Sen Rong telah mengikuti Ze Yin selama bertahun-tahun. Mendengarnya mereka berdua tak mampu menahan airmata.

 

“Aku yakin yang keduapun telah dilakukan seseorang.” Ratu Dong Lin ikut bersuara. “Dan itu adalah, kabar bahwa Panglima Zhen Beiwang muncul berbagai tempat. Panglima Zhen Beiwang dan Tuan Muda Jin Anwang adalah dua Jendral hebat yang diakui semua negara. Sejak  Panglima Zhen Beiwang menghilang, semua orang menganggap Tuan Muda Jin Anwang sebagai Dewa Perang yang tak terkalahkan. Karena itu, kemunculan kembali Panglima Zhen Beiwang akan mengguncang keras rumor, He Xia sebagai Jendral tak terkalahkan yang telah membentuk pasukan Yun Chang sampai seperti ini”

 

Chu Beijie tersenyum kecut. Ia berbalik menatap Pinting. “Aku sungguh malu. Dulu ketika aku bertemu He Xia di perbatasan Gui Li, aku berpura-pura mundur. Saat itu aku terlihat menyerah tapi sebenarnya aku melawanya dengan keras, sehingga aku meninggalkan jejak bahwa Panglima Zhe Beiwang pernah dikalahkan Tuan Muda Jin Anwang di medan perang. Kalau tidak, kemunculanku pasti akan lebih menghancurkan semangat pasukan Yun Chang.”

 

Pingting menyerigai pada Chu Beijie, lalu berbisik, “Tuan sepertinya melupakan sesuatu, Pingtinglah yang telah menyusun siasat untuk pasukan Gui Li saat itu. Kalau Tuan memang melawan dengan sungguh-sungguh, aku akan membantu Tuan Mudaku sekuat tenaga, sehingga Tuan akan kesulitan untuk keluar dari situasi itu.”

 

Chu Beijie menatap mata Pingting yang menyiratkan kepintarannya. Ia merasa sangat luar biasa gembira. Chu Beijie tersenyum kecil, “Aku menilai diriku terlalu berlebihan, tolong dimaafkan, penasihat Pingting.”

 

Pandangan mereka bertemu, membuat pipi mereka merona dan jantung berdetak lebih kencang. Sepertinya mereka siap mengeluarkan kata-kata cinta kepada satu sama lainnya. Sayangnya mereka sedang berada di tengah pembahasan masalah militer yang berhubungan dengan hidup mati mereka dan tidak bisa dikesampingkan sama sekali. Pingting menunduk, berusaha menarik tangannya dari genggaman Chu Beijie di bawah meja, tapi Chu Beijie malah semakin mengecangkanny.

 

“Dan ketiga, aku yakin, berasal dari Yun Chang sendiri. He Xia hanya berstatus sebagai Suami Ratu, status ini bukan status yang tinggi juga juga bukan status rendah, melainkan sangat memalukan.”

 

“Itulah sebabnya ia tergesa-gesa membentuk negara baru, agar ia bisa segera membuat dirinya sendiri menaiki taktah sebagai Raja, membuat statusnya menjadi absolut.”

 

Ruohan berkata dengan dingin, “Tidak mudah untuk menghilangkan negara dari kerajaan tua yang telah berdiri selama berabad-abad. Pasti ada beberapa Pejabat Yun Chang dan para Jendral yang tidak puas dengan niat He Xia ini, tapi He Xia pasti sudah memikirkan bagaimana menghadapi mereka-mereka yang bertentangan dengannya ini.”

 

“Kudengar kematian Tuan Putri Yaotian sangat mencurigakan. Aku berani bertaruh, He Xia tidak hanya bertindak bernani pada para Jendral dan Pejabat yang tidak menyukainya, tapi juga pada istrinya sendiri.”

 

Ketika Pingting mendengarnya, ia menjadi pucat.

 

Sen Rong sepertinya makin bersemangat, “Mereka bertindak di balik permukaan, kita harus mengambil kesempatan ini. Kita gunakan alasan ini, sebarkan desas-desus bahwa He Xia menyakiti Tuan Putri sehingga ia meninggal, hal ini akan mengguncang para prajurit yang selama ini selalu setia pada kerajaan.”

 

“Apakah kita sebaiknya mencoba menemui para Jendral yang ditindas secara diam-diam oleh He Xia? Mungkin mereka akan membantu kita dengan menghianati He Xia,” Moran menyarankan.

 

“Kita tidak bisa bertindak terburu-buru. Kalau He Xia sampai tahu dan membalik rencana kita sebagai keuntungan untuknya, kita akan berada dalam bahaya.” Pingting berkata, “Ini bukan pertempuran yang adil. Kalau He Xia salah bertindak, ia memiliki pasukan yang besar untuk menangulanginya, tapi kalau kita membuat sedikit saja kesalahan, kita akan kalah total.”

 

Chu Beijie setuju dengan pemikiran Pingting. Ia berkata, “Aku menyarankan kita mengirim mata-mata. Mata-mata ini akan masuk ke sisi dalam Yun Chang. Dan menemukan siapa saja yang bisa kita dekati dan siapa saja yang tidak akan pernah menghianati pasukan Yun Chang. Mata-mata kita akan terbagi menjadi dua kelompok. Dan dua kelompok ini akan saling berkomunikasi secara diam-diam, dan menyemangati untuk memberontak.”

 

Ratu Dong Lin mulai mengerti, ia melanjutkan, “Dan kelompok ketiga, melakukan pembunuhan secara diam-diam, membuat mereka saling berpikir bahwa itu dilakukan oleh He Xia. Pertentangan antara orang-orang Yun Chang dengan He Xia akan semakin membesar.”

 

Chu Beijie tertawa, “Pemikiran pintar, kakak ipar.”

 

“Tuan Besar Zhen Beiwang mengatakannya dengan sangat jelas semua orang pasti bisa mengerti.”

 

Lalu Chu Beijie berkata, “Yang baru saja kita bahas merupakan rencana persiapan, seperti menyiram hutan dengan minyak. Untuk membuanya menjadi kebakaran hebat, kita butuh sedikit percikan api.”

 

Ketika Chu Bejie mengucapkan hal penting ini, semua orang mendengarkan dengan seksama dan menahan napas mereka.

 

Mereka tidak menyangkan kalau Chu Beijie akan menoleh dan tersenyum pada Pingtin. “Kalau penasihat Bai bisa memberikan saran untuk menghasilkan percikan api kecil ini, aku akan mencium tangan penasihat Bai sepuluh kali, sebagai ungkapan terima kasihku.” Hatinya sudah begitu gatal dan tak bisa menahannya lagi, sehingga ia mengeluarkan kata-kata itu.

 

Suasana hangat penuh cinta tiba-tiba memenuhi seluruh udara di dalam tenda.

 

Yang lainnya menjadi agak canggung.

 

Termasuk Moran, yang paling tahu kepribadian Tuannya itu, sampai berkeringat dingin.

 

Bota mata Pingting yang hitam itu membelak. Ia selalu diam dan tak acuh. Saat ini, kedua pipinya merona merah berkat perkataan Chu Beijie yang sangat langsung dan di hadapan para Jendral pula. Ia memutar bola mataya, sebagai jawaban. Ia tersenyum dan mulai berkata, “Bukannya aku tidak punya ide sama sekali, tapi bisakah aturannya diubah sedikit, Tuan. Kalau Pingting benar Tuan tidak boleh menyentuh tangan Pingting selama sepuluh hari.”

 

Dan tanpa menunggu jawaban Chu Beijie, ia berkata perlahan, “Ada dua cara yang bisa digunakan untuk menghancurkan pasukan musuh. Pertama tentu saja berhadapan langsung dengan salah satu pasukan Yun Chang dan mengalahkan mereka samai habis, agar setelah itu, musuh akan langsung patah semangat begitu mendengar nama Tuan. Dengan ini kita harus berusaha mempersempit perbedaan jumlah prajurit sebelum pertempuran utama. Tapi cara ini sama sekali tidak bisa kita gunakan saat ini.”

 

Chu Beijie menggerakkan tanganya ia berkata santai, “Dan cara kedua?”

 

“Yang kedua, tentu saja, menghentikan jalur makanan mereka. Bagaimana mungkin tidak terjadi kekacauan kalau para prajurit itu kelaparan?”

 

Moran berkata, “Itu lagi-lagi hal yang mudah dikatakan daripada dilakukan. He Xia pasti sangat perhatian dengan hal ini. Bagaimana kita bisa menghentikan jalur persediaan makanan untuk puluhan ribu prajurit?”

 

Bola mata Pingting bersinar ketika ia menoleh pada Chu Beijie dan berkata pelan, “Kalau jawaban Pingting salah, bagaimana Tuan akan menghukum Pingting?”

 

Chu Beijie berguman, “Kau sendiri yang mengubah aturannya menjadi sebuah taruhan menyebalkan, jadi aku tidak mau bertaruh lagi denganmu. Aku akan memikirkannya sendiri.”

 

“Sedikit terlambat tentu saja, taruhannya sudah dipasang.” Pingting berbalik menghadap kerumuman. “Satu-satunya cara untuk menghentikan jalur makanan adalah mengambil alih gudang makanan mereka.”

 

Ruohan sangat terkejut, “Gudang makanan biasanya diposisikan di tengah, tidak diragukan lagi, pasti berada tepat di tengah wilayah Yun Chang. Kalau pasukan kita menyusup kesana dan tertangkap….”

 

“Tidak ada resiko, tidak ada hasil.” Pingting tersenyum kecil dan menatap mereka dengan tenang. “Kita tidak hanya kita harus masuk ke tengah wilayah Yun Chang, juga tanpa jejak sama sekali, seperti hantu yang bergerak menghindari bunyi peringatan. Sedikit saja kesalahan, pasukan Yun Chang pasti akan mengepung rapat. Hasilnya, kita akan mati tanpa pemakaman yang layak.”

 

“Ini…..” Sen Rong bernapas terengah-engah, “Mustahil?”

 

Sen Rong bukannya takut mati, tapi ia tidak akan tergesa-gesa berlari menuju kematian.

 

Ratu Dong Lin berkata perlahan, “Panglima Zhen Bei Wang telah kembali ke dunia manusia, adalah hal yang tadinya mustahi, sekarang apa lagi yang masih mustahil? Nona Bai, tolong lanjutkan. Aku yakin, Nona Bai sudah tahu kota mana yang harus dikuasai.”

 

Moran berkata, “Hewan-hewan ternak berada di benteng kota Zuxi. Tapi, kota itu salah satu kota penting Yun Chang, dan kita tidak tahu seberapa banyak prajurit Yun Chang yang berjaga di sana. Bahkan jika kita dengan susah payah berhasil masuk, tidak mungkin He Xia tidak mengetahuinya.”

 

“Kapan aku mengatakan kalau sasaran kita Zuxi?” Pingting menggelengkan kepalanya, matanya bersinar penuh percaya diri. “Meskipun benteng penting, tapi pos pemeriksaan menuju Zuxi juga sama pentingnya bukan?”

 

Pada detik itu, mata semua orang bersinar.

 

Sen Rong tiba-tiba menepuk lutunya dengan keras. “Hahaha, benar sekali, sangat benar sekali! Kita tidak akan bisa menyelinap masuk ke Zuxi yang dijaga super ketat, jadi kita hanya perlu memusatkan perhatian pada saat persediaan bahan pangan itu masih dalam perjalanan.”

 

Luoshang juga mejadi bersemangat. Setelah berdiri, ia segera membungkuk pada Pingting, wajahnya tenang ketika ia berkata, “Tolong Nona Bai, jangan membuat kami terus bertanya-tanya, segeralah mengungkap misteri ini. Dimana kota ini berada?

 

Pingting menerima hormatnya dan merasa sedikit malu. Ia segera mengatakannya dalam dua suku kata, “Qierou.”

 

“Qierou?”

 

Pingting perlahan berbalik dan melihat mata Chu Beijie yang tertawa. Ia bertanya perlahan, “Pingting sudah menjawabnya. Siapa yang menang?”

 

Chu Beijie berpura-pura menyerah dan menghela napas dengan berat, “Kau menang.”

 

Semua orang tegang menanti jawaban Chu Beijie, dan setelah mendengar kata-katanya, mereka semua tertawa. Suasana tegang tadi segera menghilang dengan cepat. Bahkan Ratu Dong Lin tertawa kecil di balik lengan bajunya yang panjang.

 

“Baiklah, ayo kita bicarakan lebih mendetil. Pertama, bagaimana kita menyelinap masuk ke dalam pasukan tanpa mereka tahu sasaran kita sebenarnya adalah Qierou.” Setelah tertawa Chu Beijie berdiri, matanya menjadi lebih tajam. Ia mengeluarkan sebuah kertas yang di gulung dari balik bajunya dan menggelarnya diatas meja. “Kemarilah, lihat ini.”

 

Semua orang mendekat, memperhatikan sebuah peta militer yang sangat detil dan rapi.

 

“Ini peta yang berhasil kuselesaikan tadi malam setelah menerima laporan-laporan dari beberapa mata-mataku. Tempat ini, disinilah sasaran kita untuk menjatuhkan kota Qierou.”

 

--

Di Yun Chang…..

 

Di dalam kota Qierou sangat indah, kecuali di kediaman sang Gubernur, suasananya sangat buruk.

 

“Kembali lagi?” Fanlu bertanya sambil memainkan busurnya di tangannya, ia berkata dengan agak malas.

 

“Benar.”

 

“Bukankah ia sudah meninggalkan kota kemarin?”

 

“Gubernur Bing dan Tuan Bei Zhi An berkata, mereka telah mengundang Tuan Pu Guang dan Tuan Pu Sheng di luar kota kemarin dan mentraktir mereka makanan mewah. Tapi untuk beberapa alasan kedua Tuan itu bertukar pakaian dan kembali ke dalam kota lagi. Mereka berdua bermain di rumah pelacuran, dan berkata kalau mereka hendak mengerti keinginan rakyat. Mereka juga mengatakan kalau mereka berada disini untuk menilai kemampuan Gubernur saat ini dan tidak akan pergi sebelum mereka memeriksanya dengan seksama.”

 

“Keinginan rakyat!” Fanlu telah bersabar selama beberapa hari ini dan ia sudah tidak bisa menahan amarahnya sama sekali. Ia meletakan busurnya di meja dengan sekuat tenaga, sehingga cangkir-cangkir berterbangan dan jatuh dengan berbagai posisi di atas meja, taplak meja di lapisi air teh. “Dua orang licik itu, memeras pejabat yang menentang pemerintahan untuk kepentingan mereka sendiri. Beraninya mereka memerasku!”

 

“Gu…gubernur….” Si pelayan dibelakangnya, Dujing memegang janggut panjangnya ketika berbisik di telinga Fanlu, “Tuan tolong berkata dengan hati-hati. Suasana di dalam Yun Chang sangat tidak stabil, Suami Ratu telah mengirim orang-orang untuk mencari mereka-mereka yang tidak patuh terhadapnya. Kalau Tuan Pu Guang dan Pu Sheng atau pengikut Suami Ratu lainnya mendengarnya, maka….”

 

Fanlu mengerutu dengan dingin.

 

Tidak mungkin Fanlu tidak mengetahui cara kerja He Xia yang sangat cepat dan kejam.

 

Fanlu adalah seorang Jendral yang di promosikan oleh Gui Changqing, maka ia akan dinilai sebagai orang yang memihak pada Gui Changqing. He Xia sangat membenci Keluarga Gui, sangat jelas kalau He Xia sama sekali tidak memiliki kesan baik terhadap dirinya.

 

Saat ini He Xia sedang pergi, berniat menghancurkan Gui Li. Dan di dalam pemerintahan Yun Chang He Xia harus menghadapi para Pejabat dan Jendral yang sebenarnya memiliki kekuasaan dan kekuatan. He Xia tidak punya waktu untuk mengurus seorang Jendral tidak penting yang menjabat sebagai Gubernur di kota Qierou.

 

Tapi entah bagaimana nantinya.

 

Bagaimana kalau He Xia benar-benar berhasil mendirikan negara baru, menaiki taktah sebagai Raja, dan menghabisi semua orang-orang yang menentangnya? Apa ia juga akan membersihkan semua prajurit dan jendral tidak penting seperti aku ini?

 

Tidak perlu dikatakan, masa depan jelas terlihat suram. Bahkan sekarang dua orang petugas yang memihak He Xia itu sedang mempertaruhkan keselamatan rumah mereka.

 

“Apa lagi yang mereka lakukan di kota ini selain minum sepuasnya dan berpindah-pindah tempat hiburan?” Fanlu menghilangkan ekspresi marahnya dan tersenyum menyepelekan.

 

Si pelayan melihat Fanlu sudah tidak begitu marah, ia berkata, “Kedua Tuan itu sangat memanjakan diri mereka. Karena mereka tidak membayar tagihan sama sekali, para pemilik restoran datang menagih kesini.”

 

“Lunasi tagihan mereka.”

 

“Kalau begitu…. Rumah bordir Chunyang, ia juga datang…”

 

“Bayar mereka juga.”

 

“Dan….”

 

“Kau tidak perlu bertanya satu persatu, bayar mereka semua. Layani dua petugas itu dengan baik dan biarkan mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan.”

 

Setelah memerintahkan pelayannya untuk menghadapi Pu Guang dan Pu Sheng, ia masih harus menyelesaikan beberapa masalah yang di hadapi kota Qierou. Hati Fanlu menjadi kacau, setelah menyetujui beberapa dokumen, ia sudah tak sanggup lagi. Ia memanggil pegawainya, “Dokumen-dokumen ini sangat kacau, pisahkan yang penting, buat ringkasan untuk sisanya, setelah itu serahkan padaku.” Lalu ia berjalan keluar dari kantornya.

 

Begitu ia tiba di halaman, ia segera berbelok ke kanan, melangkah dengan tergesa-gesa sampai tiba di depan pintu yang sangat ia kenal.

 

Zuiju sedang memegang beberapa helai pakaian ketika melangkah keluar dan menabrak Fanlu. Ia melangkah mundur dan terkejut, matanya berkedip. Ia melotot pada Fanlu, “Apa kau sedang menjadi dewa penjaga pintu? Kau berdiri seperti batu, sengaja menghalangi aku keluar.”

 

Sejak Dong Lin di kuasai Yun Chang, sama sekali tidak ada kabar dari orang-orang yang dikenal Zuiju. Karena ia tidak lagi memiliki tempat untuk pergi, Fanlu melepaskan gembok di pintunya agar Zuiju bisa bebas berkeliaran di dalam kediaman.

 

“Kau memperbaiki pakaianku?” tatapan Fanlu jatuh ke tangannya.

 

Mendengarnya, pipi Zuiu sedikit merona. Ia segera memeluk pakaian itu di dadanya, mengigit bibirnya ketika berkata, “Siapa yang mau bersusah payah memperbaiki pakaianmu. Aku bukan pelayan yang kau beli.”

 

“Kalau begitu untuk apa kau memegang pakaianku?”

 

“Aku…” diperlakukan seperti orang yang sedang ditrogasi, muncul api kemarahan dalam hati Zuiju. Ia berkata sambil mengertakan giginya, “Aku melihat pakaianmu kotor tapi kau terlalu menyebalkan. Kau jelas tahu kalau para pelayan disini sangat payah mencuci dan kau tidak mau mencari yang lain. Kau seorang Gubernur tapi sama sekali tidak peduli dengan hal ini. Biar aku katakan dengan jelas, aku tidak mau mencuci pakaianmu lagi.”

 

“Oh… aku mengerti.” Fanlu senag melihat Zuiju merona malu. Ia menundukan kepalanya sampai dekat telinga Zuij. “Menurutmu aku tidak bisa mencium wangi harum ketika memelukmu? Tapi memang benar, pakaiannya yang berbau tidak enak. Dan aku  sangat, sangat bersih dan tercium harum.”

 

Zuiju merasa jantungnya berdetak kencang mendengar kata-kata tidak karuan itu. Ia mecengkram dadanya dan melangkah mundur sambil menghentakan kaki. “Kau pria menyebalkan. Mengapa kau mengucapkan kata-kata seperti itu, aku sudah berbaik hati mencucikan pakaianmu, kau selalu mengejekku.”

 

Fanlu berkedip pada bola mata besar Zuiju. “Kau perempuan menyebalkan, menjadi semakin dan semakin manja. Kau tahu aku tidak takut apapun kecuali kemanjaanmu. Bagaimana bisa, Gubernur hebat seperti aku selalu terganggu olehmu?”

 

Zuiju terkejut dengan kata-kata Fanlu yang sangat terus terang. “Kau…kau, kauuu….” Zuiju mengigit bibirnya, menyeka air matanya dan berlari ke dalam ruangan.

 

Fanlu berkata dengan agak kencang, “Jangan menangis, jangan menangis. Baiklah, aku menarik ucapanku. Kau tidak menyebalkan dan aku akan mengganggumu hanya kalau kau mengijinkan. Masih belum cukup? Aku berjanji tidak akan melawan balik.” Selesai berkata, Fanlu masuk ke dalam ruangan, sambil membawa setumpuk pakaian yang tadi dilemparkan Zuiju.

 

Fanlu memang aneh. Ia senang memancing pertengkaran dengan Zuiju tapi kemudian ia segera berusaha membuatnya gembira lagi.

 

Tapi Zuiju tidak semudah itu untuk di bujuk. Zuiju berbalik membelakangi Fanlu dan berkata, “Aku tidak mau melihatmu, aku akan membawa pakaianku dan pergi mencari guru”

 

“Aku akan ikut denganmu.”

 

“Siapa yang mau pergi denganmu?”

 

Sudut bibir Fanlu naik, ia menyeringai kecil. “Baiklah, kau tidak membiarkan aku menemanimu, jadi aku akan menemani wanita lain.”

 

Zuiju segera berbali, “Kau menyebalkan! Kalau kau memang mau pergi, pergi saja. Jangan hiraukan aku.”

 

Ketika mereka sudah mulai emosi, seorang pelayan Fanlu bergegas masuk ke dalam. Ia melaprkan, “Tuan, Tuan Pu Guan dan Tuan Pu Shi sudah tiba di pintu kediaman ini.”

 

Fanlu tahu dua orang itu sudah puas bersenang-senang dan datang kemari hanya untuk membuat masalah lagi. Alis mata Fanlu berkerut, dan suaranya menjadi lebih serius. “Mengerti. Siapkan kamar tamu dan layani mereka dengan baik. Carikan beberapa wanita cantik untuk menemani mereka minum. Dan jangan biarkan mereka menggangguku.”

 

Si pelayan mengangguk ia sudah mengerti apa yang harus dikerjakan dan iapun berlalu.

 

Zuiju bertaya dengan penasaran, “Kau sebaiknya melihat alismu. Siapa yang berani membuat si Gubernur menjadi kesal?”

 

“Dua ekor serangga jelak yang sangat menyebalkan.” Fanlu tidak berniat membahas lebih lanjut lagi, ekspresinya kembali normal “Jangan hirauan dua serangga jelek itu. Urusan kita masih belum selesai.”

 

“Siapa yang kau maksud kita? Kau dan aku.”

 

“Baiklah, aku menyerah.” Fanlu mendekat dan berkata sambil berbisik, “Ada sebuah rahasia yang ingin kukatakan, dan itu sebuah kesalahan yang sangat aku sesalkan. Mau dengar?”

 

“Rahasia apa?”

 

“Si pelayan yang mencuci dengan buruk itu, memang sengaja aku minta seperti itu. Aku tahu seseorang akan terjebak dan akan mencucikannya lagi……..ow, jangan pukul, jangan pukul aku. Sudah kubilang jangan memukulku. Mengapa juga kau memukulku dengan keras? Hei, aku akan membalasmu….”

 

Setelah itu, Fanlu harus berusaha lebih lama lagi untuk mengubah suasana harti Zuiju dan akhirnya Zuiju mau tenang. Beban di hati Fanlu sebagian besar sudah menghilang. Ia menatap langit dan ia menyadari waktu sudah belalu setengah hari. Ia berdiri dan merenggangkan tubuhya, “Aku sebaikya berhenti bermain denganmu dan mengerjakan tugas-tugas. Kedamaian hidup para penduduk Qierou semuanya bergantung padaku.”

 

Zuiju menyipitkan matnya, “Sombong sekali, cepatlah pergi kalau begitu.”

 

“Aku akan kemari sore nanti untuk makan malam.”

 

“Aku menolak.”

 

Melihat Zuiju telah lebih santai, Fanlu mencubit ringan pipi Zuiju. “Kalau begitu kau yang ke tempatku untuk makan malam.”

 

Mendengarnya Zuiju mulai emosi lagi, tapi Fanlu segera berlari keluar dan sudah sangat jauh.

 

--00--


novel, translate, klasik, cina, chinese, terjemahan, indonesia
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar